• Breaking News

    Analogi dan Filosofi sendiri

    diblog gw banyak materi" kuliah yang gw terima dikampus,atau catatan ga jelas lainnya,berhubung gw anak mapala jadi gw oke.....#loh,nikmatin aja deh...

    KUMPULAN MATERI KULIAH GW

    SEMOGA BERMANFAAT

    EXECUTIVE INFORMATION SYSTEM


    DI ORGANISASI SEKOLAH MENENGAH ATAS

    ABSTRAK
    Sekolah merupakan sebuah organisasi pendidikan yang
    memiliki manajemen dengan kepala sekolah sebagai
    pemimpin. Proses evaluasi program untuk melihat
    ketercapaian program kerja sekolah akan dapat dilakukan
    dengan lebih baik bila organisasi memiliki informasi yang
    lengkap, akurat, dan didapat dalam waktu yang relatif singkat.
    Hal tersebut dapat terwujud dengan menggunakan  Executive
    Information System (EIS). Penelitian ini mengkaji model EIS
    yang sesuai bagi organisasi sekolah khususnya sekolah
    menengah atas (SMA). Hasil penelitian adalah sebuah model
    dan purwarupa aplikasi EIS menggunakan konsep  data
    warehouse dengan fitur analisis tren nilai dan analisis
    ketercapaian program kerja sekolah serta. EIS in kemudian
    diukur tingkat efektivitas penggunaannya di dalam organisasi
    sekolah.
    Kata Kunci
    Executive Information System (EIS),  data warehouse,
    organisasi sekolah.
    1.  PENDAHULUAN
    Pandangan umum tentang sekolah sebagai lembaga pendidikan
    berkisar pada permasalahan yang secara fisik seperti masalah
    peserta didik, tenaga didik, gedung sekolah, seragam siswa,
    fasilitas belajar seperti meja, kursi, lemari, hingga buku
    pelajaran. Padahal, selain hal tersebut, sekolah juga
    merupakan sebuah organisasi pendidikan yang memiliki suatu
    manajemen dengan kepala sekolah sebagai pemimpin, dimana
    didalamnya terdapat aktivitas-aktivitas yang dilakukan secara
    terstruktur oleh anggota organisasi tersebut[1].
    Salah satu aktivitas yang terjadi adalah supervisi atau evaluasi
    program. Data-data hasil evaluasi pembelajaran yang telah
    diolah menjadi informasi berguna sebagai pendukung
    kebijakan penyempurnaan program. Oleh karena itu, untuk
    menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dibutuhkan
    informasi yang akurat, lengkap, valid, dan relevan. Hal ini
    dapat terwujud dengan adanya suatu  Executive Information
    System (EIS) di lingkungan organisasi satuan pendidikan. 
    Dalam penelitian ini, dirancang model dan purwarupa aplikasi
    EIS di organisasi SMA Negeri 1 Cilegon yang diberi  nama
    “Akisa System” dengan menggunakan konsep data warehouse.
    2.  EIS
    EIS atau Executive Information System adalah salah satu tipe
    sistem informasi berbasis komputer yang ditujukan untuk
    memfasilitasi kebutuhan informasi yang berkaitan dengan
    tercapainya tujuan suatu organisasi bagi seorang eksekutif [3].
    Dengan EIS, seorang eksekutif dapat melakukan
    pengidentifikasian isu-isu strategis dan mengeksplorasi
    informasi untuk menemukan akar permasalahan dari isu-isu
    tersebut [4]. Penggunaan EIS didasarkan pada beberapa hal
    diantaranya perbedaan tugas tanggung jawab, dan kebutuhan
    informasi antara seorang eksekutif dengan bawahannya [5].
    Di lingkungan organisasi sekolah, EIS dapat digunakan
    sebagai penyedia informasi untuk proses evaluasi program
    sekolah. Informasi-informasi yang tersedia disesuaikan dengan
    kebutuhan kepala sekolah sebagai eksekutif. EIS juga
    menyediakan fitur analisis tren nilai yang terjadi, analisis
    ketercapaian program kerja, serta eksplorasi informasi secara
    lebih rinci dengan fitur drill down. Untuk mendukung fasilitas
    ini digunakan arsitektur  data warehouse yang mengandung
    data historis yang dapat digunakan sebagai rekaman  bisnis
    untuk rentang periode tertentu dan dapat menampung data dari
    berbagai sumber yang berbeda [2]. 
    Dengan EIS, kepala sekolah dapat mengetahui informasi yang
    mendukung proses evaluasi program dengan lebih mudah dan
    akurat sehingga diharapkan kinerja organisasi akan  lebih
    efisien. 
    3.  SIKLUS PENGEMBANGAN EIS
    Dalam membangun EIS digunakan metode rekayasa sistem EIS
    lifecycle  [6] atau Siklus EIS. Siklus ini terdiri dari beberapa
    tahapan yang digambarkan dalam Gambar 1 sebagai berikut:  
    Siklus ini terdiri dari enam tahapan pembangunan EIS mulai
    dari analisis hingga ke perilisan. Tahapan pada siklus ini dapat
    berulang hingga dihasilkan EIS yang relevan.  Berikut akan
    dibahas setiap tahap yang dilakukan dalam pengembangan EIS
    untuk sekolah.
    3.1 Justifikasi
    Tahap pertama adalah justifikasi. Dalam tahap ini dilakukan
    pengidentifikasian  business case assesment  dengan teknik
    wawancara kepada kepala sekolah serta studi literatur
    dokumen program kerja kepala sekolah. Berdasarkan hasil
    wawancara diketahui bahwa kegiatan transaksi utama  yang
    terjadi di adalah: (1) Pengolahan data nilai tiap siswa, (2)
    Evaluasi persentase kehadiran staf dan siswa, dan (3)
    Honorarium staf. 
    Dalam penelitian ini, proses bisnis dibatasi hanya  kepada
    kegiatan transaksi pengolahan data nilai karena kegiatan
    tersebut merupakan kegiatan yang paling vital dalam
    organisasi dan merupakan salah satu indikator ketercapaian
    program kerja organisasi.
    3.2 Perencanaan
    Pada tahap perencanaan dilakukan identifikasi infrastruktur
    organisasi dengan teknik observasi. Dari hasil observasi,
    terlihat infrastruktur organisasi di sekolah sampel telah
    mendukung penggunaan EIS baik dari struktur kepengurusan
    dengan kepala sekolah sebagai eksekutif, maupun dari sarana
    dan prasarana dengan terdapatnya perangkat komputer di tiap
    divisi yang terhubung dengan koneksi LAN.
    3.3 Analisis Bisnis
    Hasil analisis kebutuhan bisnis adalah bahwa di organisasi
    sekolah sampel kebutuhan bisnis meliputi pengolahan data
    nilai siswa tiap kelas, tingkat tertentu, pada tahun ajaran
    tertentu, beserta profil dan keadaan siswa dan staf. Data-data
    tersebut perlu diolah untuk menjadi informasi yang  berguna
    bagi kepala sekolah dalam pengambilan keputusan dan
    kebijakan demi penyempurnaan program. 
    Langkah selanjutnya adalah menentukan CSF atau  Critical
    Success Factors, yaitu indikator keberhasilan organisasi.
    Indikator tersebut memiliki nilai ketercapaian program yang
    disebut  Key Performance Indicator (KPI) [3]. Dari hasil
    observasi dan wawancara diperoleh bahwa CSF organisasi
    SMA Negeri 1 Cilegon adalah peningkatan rata-rata nilai
    Ujian Nasional (UN) keseluruhan siswa sebesar 0,25 poin dari
    tahun sebelumnya.
    Sumber data yang digunakan meliputi data siswa, staf, kelas,
    mata pelajaran, dan nilai siswa tiap tes, termasuk UN. Data
    tersebut didapat dari hasil evaluasi pembelajaran siswa sehari-
    hari yang dimasukkan ke dalam  database transaksi  pada
    sistem informasi akademik. 
    Sedangkan sumber data pihak lain (external source) yang
    digunakan adalah data standar kelulusan UN dari Dinas
    Pendidikan Nasional [7] dan data akreditasi sekolah menengah
    dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah atau  Madrasah (BAN
    S/M) [8]. Untuk selanjutnya aplikasi EIS yang dibangun
    dinamakan Akisa System.
    3.4 Desain Sistem
    Tahap selanjutnya adalah desain sistem. Berikut ini adalah
    rancangan arsitektur Akisa System, menggunakan arsitektur
    data warehouse dasar:


    Gambar 2. Desain arsitektur Akisa System.

    Database transaksi pada sistem informasi akademik SMANCIL
    diunggah ke dalam  database repository ‘akisahouse’ dalam
    proses ETL (Extract Transform Load). Begitu pula dengan
    data external source. Data yang telah mengalami pembersihan
    dan pengintegrasian kemudian digunakan sebagai data sumber
    bagi aplikasi Akisa System.
    Akisa System memiliki kebutuhan fungsional seperti  yang
    dipaparkan dalam Tabel 1 berikut:
    Tabel 1. Kebutuhan Fungsional Akisa System.
    Fungsi  Deskripsi
    Analisis
    Ketercapaia
    n Program 
    Merupakan fungsi dari perangkat lunak
    sebagai fasilitas  business intelligence
    yang menyediakan analisis ketercapaian
    program tahunan.
    Pelaporan
    Nilai UN
    Merupakan fungsi yang digunakan untuk
    menampilkan data nilai UN baik secara
    ringkas hingga mendetail.
    Pelaporan
    Nilai lain
    Merupakan fungsi yang digunakan untuk
    menampilkan data nilai lain selain UN
    (UASBN, UAS, UTS, dan harian) baik
    secara ringkas hingga mendetail.
    Pelaporan
    Akreditasi
    Merupakan fungsi yang digunakan untuk
    menampilkan data akreditasi baik secara
    ringkas hingga mendetail.
    Pelaporan
    Siswa
    Merupakan fungsi yang digunakan untuk
    menampilkan data persebaran siswa baik
    secara ringkas hingga mendetail.
    Pelaporan
    Staf
    Merupakan fungsi yang digunakan untuk
    menampilkan data staf baik secara ringkas
    hingga mendetail.
    Pelaporan
    Kelas
    Merupakan fungsi yang digunakan untuk
    menampilkan data kelas baik secara ringkas
    hingga mendetail.
    Pelaporan
    Mata
    Pelajaran
    Merupakan fungsi yang digunakan untuk
    menampilkan data mata pelajaran baik secara
    ringkas hingga mendetail.
     Kumpulan Skripsi Pendidikan Ilkom UPI (Sidang Juli 2010)

    33
    (c) 2010 Pendidikan Ilmu Komputer UPI (cs.upi.edu) / CSE 082010-007

    Sesuai desain arsitektur Akisa System berikut adalah desain
    model  logic repository metadata dalam bentuk diagram Entity
    Relationship (ERD):
    tesnilai
    stafmapelstaf
    stafkelas
    siswakelassiswa
    mapelstaftes
    mapelstafmapelstafkelas
    mapelmapelstaf
    kelassiswanilai
    kelasmapelstafkelas
    kelaskelassiswa
    `CSF`
    `ID_KPI` A10
    `NIL_KPI`DC5,2
    `KELAS`
    `ID_KELAS` A10
    `NM_KELAS`VA20
    `NM_GRADE`VA5
    `NM_THNAJAR`VA20
    `KELASSISWA`
    `ID_KELASSISWA` A10
    `KET_MUTASI`VA20
    `MAPEL`
    `ID_MAPEL` A10
    `NM_MAPEL`VA40
    `MAPELSTAF`
    `ID_MAPELSTAF` A10
    `KODE_MAPELSTAF`VA10
    `JUMLAH_JAM`A10
    `MAPELSTAFKELAS`
    `ID_MAPELSTAFKELAS` A10
    `NILAI`
    `ID_NILAI` A10
    `NIL_K`DC5,2
    `NIL_P`DC5,2
    `NIL_A`DC5,2
    `PSN_NILAI`VA50
    `SISWA`
    `ID_SISWA` A10
    `NIS`VA10
    `NM_SISWA`VA30
    `GENDER_SISWA`A1
    `AGAMA_SISWA`VA15
    `TMPLAHIR_SISWA`VA20
    `TGLLAHIR_SISWA`A10
    `NM_IBU`VA30
    `ANAK_KE`VA10
    `DETAIL_KERJA`VA30
    `KERJA_AYAH`VA30
    `KERJA_IBU`VA20
    `ALAMAT_ORTU`VA50
    `ASAL_SEKOLAH`VA40
    `JENIS_SEKOLAH`VA20
    `NO_STTB`VA30
    `TGL_TERIMA`A10
    `DI_GRADE`VA10
    `ALAMAT_SISWA`VA50
    `NM_AYAH`VA40
    `STATUS_BELAJAR`VA15
    `SKL`
    `ID_SKL` A10
    `NM_SKL`VA30
    `THN_AJAR`VA20
    `NIL_SKL`DC5,2
    `RATA_SKL`DC5,2
    `TGTRATA`DC5,2
    `TGTNIL`DC5,2
    `STAF`
    `ID_STAF` A10
    `NIP`VA20
    `NM_STAF`VA30
    `GENDER_STAF`A1
    `AGAMA_STAF`VA15
    `TMPLAHIR_STAF`VA20
    `TGLLAHIR_STAF`A10
    `NM_GOL`VA10
    `PANGKAT_STAF`VA30
    `JABATAN_STAF`VA30
    `IJAZAH_STAF`VA20
    `JUR_STAF`VA30
    `PROGRAM_STAF`VA20
    `TGL_MASUK`A10
    `STATUS_KERJA`VA20
    `STATUS`
    `ID_SKLH` A10
    `NSS`VA20
    `NM_SKLH`VA40
    `ALMT_SKLH`VA50
    `TGL_AKRE`A10
    `RANK_AKRE`VA10
    `NIL_AKRE`DC5,2
    `STD_ISI`DC5,2
    `STD_PROSES`DC5,2
    `STD_KOMLUS`DC5,2
    `STD_TENAGA`DC5,2
    `STD_SARPRAS`DC5,2
    `STD_KELOLA`DC5,2
    `STD_BIAYA`DC5,2
    `STD_NILAI`DC5,2
    `TES`
    `ID_TES` A10
    `JENIS_TES`VA20
    `NM_TES`VA80
    `KET_TES`VA40
    `TGL_TES`A10
    `KKM_K`DC5,2
    `KKM_P`DC5,2
    `KKM_A`DC5,2
    `USER`
    `ID_USER` A10
    `UNAME`VA20
    `PASS`VA35
    `USERTYPE`A10
    `NM_USER`VA30
    `TGLLHR_USER`A10


    Gambar 3. Diagram Entity Relationship (ERD) repository
    metadata Akisa System ‘Akisahouse’.

    3.5 Konstruksi
    Tahap selanjutnya adalah proses rekayasa dan pembangunan
    sistem. Dalam tahap ini proses ETL diasumsikan terjadi di
    aplikasi yang berbeda sehingga data dari  database transaksi
    telah diunggah ke dalam repository.
    Sistem terdiri dari modul autentikasi pengguna, analisis tren,
    dan pelaporan. Desain antarmuka sistem adalah sebagai
    berikut:



    Gambar 4. Antarmuka login beserta informasi sekolah.




    Gambar 5. Antarmuka halaman utama (dashboard).



    Gambar 6. Antarmuka analisis tren.



    Gambar 7. Antarmuka pelaporan. Kumpulan Skripsi Pendidikan Ilkom UPI (Sidang Juli 2010)

    34
    (c) 2010 Pendidikan Ilmu Komputer UPI (cs.upi.edu) / CSE 082010-007

    3.6  Deployment dan Rilis
    Setelah tahap konstruksi selesai, dilakukan evaluasi EIS. Pada
    tahap ini dilakukan pengujian prototipe kepada eksekutif.
    Eksekutif dapat memberi saran-saran untuk perbaikan.
    Selanjutnya dilakukan modifikasi pada prototipe hingga
    mencakup semua informasi yang dibutuhkan. 
    4.  PENGUJIAN EFEKTIVITAS EIS
    Setelah sistem direvisi dilakukan pengujian untuk mengetahui
    efektivitas penggunaan EIS. Pengujian menggunakan
    instrumen yang diisi oleh kepala sekolah dan dua orang wakil
    kepala sekolah setelah mereka mengujicoba sistem. Berikut
    adalah kisi-kisi instrumen penelitian efektivitas EIS:
    Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen Penelitian Efektivitas EIS.
    No-
    mor
    item
    Indikator  Skala
    1 Tampilan keseluruhan sistem 1 2 3 4
    2 Tampilan penyajian data 1 2 3 4
    3 Format pelaporan 1 2 3 4
    4 Format analisis tren nilai 1 2 3 4
    5 Keakuratan informasi 1 2 3 4
    6
    Kelengkapan informasi per tahun
    ajaran
    1 2 3 4
    7  Kemampuan drill down  1 2 3 4
    8
    Kemampuan analisis ketercapaian
    target
    1 2 3 4
    9  Fitur external source  1 2 3 4
    10 Kemudahan dalam mengakses sistem 1 2 3 4
    11
    Kegunaan sistem dalam kinerja kepala
    sekolah
    1 2 3 4

    Untuk menghitung nilai efektivitas sistem pertama-tama harus
    ditentukan skor ideal untuk sistem [9]

    tersebut:






    sehingga diperoleh skor ideal efektivitas EIS = 132 dan  skor
    ideal per butir instrumen =12.    

    Hasil kuesioner digambarkan pada Tabel 3.

    Tabel 3. Hasil Kuesioner Efektivitas EIS.
    Skor dari
    responden:
    No
    Soal
    1  2  3
    Jumlah
    1 4 4 4 12
    2 4 3 4 11
    3 4 4 4 12
    Skor dari
    responden:
    No
    Soal
    1  2  3
    Jumlah
    4 4 4 4 12
    5 4 4 4 12
    6 4 3 3 10
    7 4 4 4 12
    8 4 4 4 12
    9 4 3 3 10
    10 4 4 4 12
    11 4 4 4 12
    Jumla
    h 44 41 42 127

    Dari hasil kuesioner dapat dihitung nilai efektivitas sistem 
    adalah 96.21%.
    Dengan demikian efektivitas EIS di organisasi sekolah sampel
    secara keseluruhan adalah 96,21% dari kriteria yang
    diharapkan. 
    5.  KESIMPULAN DAN SARAN
    Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian antara lain
    adalah:
    1. Model aplikasi EIS yang sesuai bagi organisasi sekolah
    menengah atas adalah aplikasi dengan kebutuhan
    fungsional pelaporan dan analisis nilai, analisis
    ketercapaian program pelaporan dan perbandingan
    akreditasi, informasi  siswa, informasi staf, informasi
    kelas, dan informasi mata pelajaran.
    2.  Penggunaan EIS di lingkungan SMA sudah efektif untuk
    kinerja organisasi.
    Berikut ini adalah saran-saran serta masukan untuk sistem ini:
    1.  Satuan pendidikan perlu memiliki sistem informasi
    akademik dengan  database  OLTP sebelum EIS dapat
    digunakan .
    2.  Kepada peneliti lain agar melakukan revisi dan
    penyempurnaan pada sistem dengan menambahkan fitur
    pencarian dan penyaringan (filtering) data, menambah
    jenis grafik yang dapat ditampilkan, dan menambahkan
    fitur eksplorasi akar permasalahan isu-isu yang terjadi
    dengan lebih mudah.
    3.  Setelah dilakukan revisi, hendaknya EIS diujicobakan
    kembali kepada sampel yang lebih luas agar dapat
    memperoleh data yang lebih akurat mengenai efektivitas
    penggunaan EIS di lingkungan organisasi sekolah.
    6.  REFERENSI
    [1]  Fakry, Emmy dan Rosmiati, Tati. (2005).
    “Kepemimpinan Pendidikan”, dalam Pengelolaan
    Pendidikan. Bandung: UPI.
    [2]  Inmon, William H. (2002). Building the Data Warehouse.
    Canada: John Wiley & Sons, Inc.
    Skor aktual   =  jumlah skor hasil kuesioner
    Skor ideal     =  (skor tertinggi butir instrumen) x  
    (n butir instrumen)  x  (jumlah
    responden)
     Kumpulan Skripsi Pendidikan Ilkom UPI (Sidang Juli 2010)

    35
    (c) 2010 Pendidikan Ilmu Komputer UPI (cs.upi.edu) / CSE 082010-007

    [3]  Turban, Efraim. (1995). Decision Support Systems and
    Expert Systems. New Jersey: Prentice Hall.
    [4]  Kelly, Floyd. (1994). Implementing an Executive
    Information System. [Online]. Tersedia:
    http://www.itmweb.com/essay519.htm [28 Oktober
    2009].
    [5]  Margianti, Eko S. dan Harmanto, Suryadi. (2004). Sistem
    Informasi Manajemen : Bab 13 Sistem Informasi
    Eksekutif. [Online]. Tersedia:
    http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/sisteminforma
    simanajemen/bab13_sistem_informasi_eksekutif.pdf [26
    Oktober 2009].
    [6]  LUNGU, Ion. (2005). Executive Information Systems
    Development Lifecycle. [Online]. Tersedia:
    http://ssrn.com/abstract=967691 atau
    http://papers.ssrn.com/sol3/Delivery.cfm/SSRN_ID96769
    1_code759911.pdf  [28 Oktober 2009].
    [7]  Depdiknas. (2009). Departemen Pendidikan
    Nasional.[Online].Tersedia: http://www.depdiknas.go.id/
    [3 Februari 2010].
    [8]  Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. (2009). 
    Akreditasi SMAN 1 Cilegon. [Online]. Tersedia:
    http://ban-sm.or.id/provinsi/banten/akreditasi/76812.htm
    [3 Februari 2010].
    [9]  Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan.
    Bandung: Alfabeta.


    About Me

    My photo

    '' gw seeorang yang gak terduga,aneh,dan lain sebagainya"

    Fashion

    Translate

    Beauty

    Gadget

    This content isn't available over encrypted connections yet.

    Travel